-
CIBINONG - Sebanyak 20 kendaraan angkutan barang dan angkutan umum terjaring dalam razia Tindak pidana ringan (Tipiring) yang di gelar oleh Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor di Jalan Raya Jakarta Bogor, tepatnya di depan Robinson Cibinong Rabu (18/6).
Menurut Bisma, selaku kepala bidang operasional DDLAJ Kabupaten Bogor, kepada LENSA BOGOR menjelaskan, "Razia tipiring ini bertujuan untuk mengantisipasi kendaraan-kendaraan barang atau angkutan umum yang sudah habis masa KIR nya, serta mengantisipasi menjelang Hari Raya Idul Fitri," Jelasnya. Razia Tipiring yang dilksanakan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB tersebut, dibantu oleh Petugas Kepolisian dan Polisi Militer. "kendaraan angkutan yang terkena razia, seperti biasa kita kenakan sangsi tindak pidana ringan dengan melakukan sidang ditempat,"ujar Bisma.
Bisma menambahkan,"Menjelang ramadhan dan Idul Fitri nanti, Pihaknya akan melakukan sidak ke terminal-terminal dengan melakukan pemeriksaan kelayakan terhadap Bus angkutan dan tes urin kepada para sopir bus antar Kota dan Provinsi,"pungkasnya. (YD)
-
Cibinong- Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor. Dituntut oleh, Wakil Bogor, Hj.Nurhayanti agar dapat mewujudkan beberapa penciri menjadikan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia yaitu tidak ada lagi daerah terisolir di Kabupaten Bogor serta turun nya angka kemiskinan menjadi 5%, hal tersebut di ungkapkan saat memimpin Rapat Koordinasi terbatas yang bertempat diruang rapat BPMPD pada Senin, (9/6).
Dalam arahan pertama nya menyampaikan agar tidak ada daerah terisolir di Kabupaten Bogor, Nurhayanti ingin agar BPMD terus meningkatkan pelayanan kepada desa-desa seperti peningkatan sarana, prasarana pedesaan dan melakukan koordinasi dengan lintas sektoral agar program tersebut dapat terwujud."Saya ingin BPMPD berkontribusi agar tidak ada lagi daerah yang terisolir dengan meningkatkan sarana dan prasarana untuk pedesaan seperti turut mendata rumah tidak layak huni agar tepat sasaran dan juga lakukan koordinasi dengan TNI dengan program TMMD,"Tegasnya.
Ia juga ingin agar penduduk miskin di Kabupaten Bogor turun hingga 5% karena Berdasarkan tingkat kemiskinan Kabupaten Bogor pada tahun 2013 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) adalah sebesar 8,52%, kemudian angka proyeksi penurunan pada tahun 2018 sebesar 5%. Dengan demikian diperlukan akselerasi penurunan tingkat kemiskinan sebesar 2,48% sampai dengan tahun 2018, sehingga peran BPMD dalam mengwujudkan itu ialah dengan melalukan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat desa,agar mereka bisa mandiri dan meningkatkan jual beli masyarakat pendesaan."Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pedesaan seperti UP2K sangat perlukan, karena program tersebut membina masyarakat pendesaan agar lebih mandiri sehingga daya beli masyarakat pedesaan dapat meningkat."Tambahnya.
Masalah kekurangan SDM juga menjadi perhatikan Wakil Bupati saat mengadakan Rakortas di BPMPD, karena kekurangan SDM bukan hanya terjadi Kabupaten Bogor namun ini merupakan masalah Nasional yang saat ini sedang terjadi oleh sebab itu Wakil Bupati ingin Kepala Badan pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Rou Choirudin memanfaatkan personil yang ada dengan memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai. “ permasalahan kekurangan SDM bukan hanya terjadi di Kabupaten Bogor namun ini menjadi nasional, oleh sebab itu berikan manfaatkan para pegawai yang ada dengan memberikan pelatihan kepada mereka dan BKPP Kab. Bogor siap membantu hal itu,”Tandasnya . (YADI)
-
SUKARAJA - Sebanyak 1117 anggota Palang Merah Remaja (PMR) PMI dari 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, mengikuti kegiatan Jumpa Bakti dan Gembira (Jumbara) PMR-PMI Kabupaten Bogor ke XIV yang berlangsung selama tiga hari 16 hingga 19 Juni, Bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Cimandala Sukaraja.
Pembukaan Jumbara ke XIV yang dihadiri oleh para pengurus PMI Kabupaten Bogor, Camat dan juga perwakilan OPD di Pemerintahan Kabupaten Bogor tersebut, menurut Wakil Bupati Bogor, "Kegiatan ini bertujuan sebagai evaluasi kegiatan-kegiatan sesuai dengan kurikulum termasuk menilai prestasi anggota PMR di sekolah – sekolah, Apakah sudah sesuai dengan kurikulum yang di tetapkan oleh PMI. Kegiatan Jumbara ini pun lebih menguatkan tugas-tugas kemanusian kepada seluruh anggota PMR yang selama ini di emban oleh PMI. Hal ini di ungkapkan secara langsung oleh Wakil Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti yang juga Ketua PMI Kabupaten Bogor pada saat membuka Jumbara ke XIV.
Ia juga meegaskan kepada para Camat di Kabupaten Bogor untuk mensosialisasika PMR di wilayah agar menjadi ekstrakuliker dari semua tingkatkan mulai dari SD sampai SMA, karena Kabupaten Bogor berbeda dengan daerah lain nya dari 40 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, 29 Kecamatan Rawan Bencana. Maka dengan kegiatan PMR dapat meningkat kesiap siagaan masyarakat terhadap bencana,"tegasnya.
Nurhayanti berharap kepada para anggota PMR, setelah mengikuti Kegiatan Jumbara ini agar dapat mengaplikasikan gerakan palang merah dan bulan sabit internasional seperti kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan juga kesemestaan serta setelah mengikuti kegiatan Jumbara para anggota PMR dapat salaing bertukar Informasi dan memberikan pengalaman sesama anggota PMR. (Yadi))
-
CIBINONG – Dunia investasi Kabupaten Bogor mulai diminati investor asing. Kali ini Investor Malaysia mulai melirik bisnis yang ada di Kabupaten Bogor, hal ini ditunjukan dengan mendatangi salah satu sentra bisnis di Kabupaten Bogor yakni Ciampea. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptanda menyampaikan bahwa suatu kehormatan menerima delegasi dari Malaysia dalam rangka temu bisnis.
Adang Suptandar menjelaskan didepan delegasi Malaysia bahwa Kabupaten Bogor memiliki lebih dari sebelas ribu unit UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan perajin binaan Dekranasda yang bergerak di bidang industri kecil kerajinan, seperti kerajinan kayu, rotan, bambu dan logam maupun industri kulit. Dimana UMKM belum semua dapat memasarkan industrinya kepada dunia luar. “Di kita baru 20 hingga 30 persen sudah mampu mengekspor produknya, dan umumnya adalah usaha ikan hias, yaitu ke negara Jepang, Singapura dan juga Malaysia”, Jelasnya.
Terima kasih atas kedatangan delegasi Malaysia yang tediri dari Jawatan Kuasa Ekonomi dan Pembangunan Usahawan dari Majlis Belia Malaysia bersama usahawan Malaysia dan berkenan mengunjungi Kabupaten Bogor dalam rangka program jelajah usahawan antara bangsa Indonesia Malaysia”, ujar Adang Suptandar ketika mememberikan sambutannya di Ruang Rapat I, Gedung Setda, Senin (16/6).
Adang Suptandar berharap Investor Malaysia dapat menginventaasikan dananya bagi UMKM yang ada di Indonesia serta khususnya Kabupaten Bogor dan juga menjalin kerjasama antar negara. “dan Forum ini dapat membahas kemungkinan kerjasama bilateral diantara Indonesia dan Malaysia serta membangun kemitraan yang lebih kuat dalam kerangka pengembangan kerjasama yang kuat, bersahabat dan bermanfaat bagi semua pihak”, harapnya.(Yadi)
-
CIBINONG - Sebanyak 35 Kelompok tani Kabupaten Bogor menggelar hasil pertanian di halaman kantor dinas pertanian Kabupaten Bogor, Jum'at (13/6). Hasil tani berupa tanaman, buah-buahan, sayuran, beras, umbi - umbian dan olahan hasil pertanian lainnya menjadi daya tarik pengunjung Pasar tani. Menurut Kasi pemasaran dan pengolahan hasil hortikultura, Ida Sriwidaningsih menjelaskan, "Pasar tani yang rutin dilaksanakan setiap awal bulan tersebut bukan hanya sekedar untuk berjualan, tetapi juga sebagai media promosi dan media saling bersosialisasi antar pelaku pertanian yang terlibat. Selain itu, para pelaku usaha yang mengikuti pasar tani juga diberikan pembinaan cara pengemasan, cara mendisplay, hingga cara memperkenalkan dan menawarkan produknya kepada konsumen,"jelasnya.
Lebih lanjut Ida menambahkan, Untuk membantu memperkenalkan dan memasarkan produk hasil pertanian, selain melalui pasar tani juga menngikut sertakan poktan dan gapoktan pada pameran pameran lainnya seperti Agro food expo dan pameran lainnya. Bahkan rencananya pada bulan Ramadhan nanti, Pasar tani tersebut akan diselenggarakan Dua kali pada setiap bulannya dan bisa diikuti oleh semua kelompok tani maupun pelaku usaha UMKM yang mengolah hasil panen para petani di Kabuten Bogor, tanpa dipungut biaya," pungkasnya. (Yadi)
-
CIBINONG - Tim gabungan Sat Reskrim Polres Bogor berhasil membekuk tiga pelaku pembunuhan perempuan yang mayatnya ditemukan dalam posisi tergeletak dengan kedua tangan serta kaki terikat di semak-semak kebun pisang area PT PAP Lido Desa Wates, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Selasa (10/06) lalu,“Korban diketahui bernama Parti Susanti alias Ipeh (28) warga Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Korban tersebut merupakan buruh pabrik yang juga pemilik kontrakan, korban tewas karena hantaman benda tumpul di wajah dan luka cekik pada leher dengan menggunakan tambang,"Ungkap Kapolres Bogor AKBP Sonny Movianto Utomo, Senin (16/06) saat menggelar pengungkapan kasus di halaman Polres Bogor.
Lebih lanjut Sonny menjelaskan, Ketiga pelaku adalah PT (18) yang diketahui merupakan selingkuhan suami korban, sedangkan pelaku lainnya MD (24) dan YD (25). ketiganya ditangkap di kediamanya masing-masing Jumat (13/06). “PT merupakan otak pelaku pembunuhan, sedangkan YD dan MD berperan sebagai eksekutor korban yang dibayar oleh PT sebesar Rp 5 juta untuk menghabisi korban,"Jelasnya.
Sonny juga mengatakan, motif pembunuhan tersebut dikarenakan pelaku dendam terhadap korban, karena perselingkuhan antara pelaku dan suami korban diketahui oleh Ipeh (korban), sehingga pelaku diusir dari kontrakan milik korban. “Motif pembunuhan karena PT dendam dengan korban yang telah mengusirnya dari rumah kossan milik Ipeh setelah ketahuan berselingkuh dengan suami korban, pelaku dendam kemudian merencanakan untuk menghabisi nyawa korban dengan mengajak kedua pelaku lainnya, korban di bunuh dilokasi kejadian yang sebelumnya diajak bertemu oleh pelaku, setelah itu korban dibunuh dengan cara dicekik,"tambahnya.
Dari kejadian tersebut polisi menyita barang bukti berupa 3 buah Handphone, 3 unit kendaraan bermotor, 1 buah Sweater, 1 buah helm yang sudah dibakar, 1 buah celana bahan jenas warna kuning, 1 buah jaket bahan jeans, 1 tali sweater, 1 tali tambang warna orange, 1 buah baju kaos warna abu-abu, dan 1 buah Bra warna coklat garis merah muda yang didapatkan dari tangan para pelaku. Untuk proses pemeriksaan lebih lanjut, ketiga pelaku meringkuk ditahanan Polres Bogor.
Untuk mempertangungjawabkan perbuatanya, ketiga pelaku kini dijerat tindak pidana pembunuhan berencana dan atau sengaja menghilangkan jiwa orang lain dan atau penganiayaan hingga mengakibatkan meninggal dunia atau barang siapa yang mengetahui adanya suatu niat untuk melakukan kejahatan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 340 KUHPidana dan atau pasal 351 ayat (3) KUHPidana dan atau pasal 165 ayat (1) KUHPidana dana atau pasal 56 KUHPidana tentang Pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup.(FIR/IBR)
-
Cibinong- Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bogor. Dituntut oleh, Wakil Bupati Bogor, Hj.Nurhayanti agar dapat mewujudkan beberapa penciri menjadikan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia yaitu tidak ada lagi daerah terisolir di Kabupaten Bogor serta turun nya angka kemiskinan menjadi 5%, hal tersebut di ungkapkan saat memimpin Rapat Koordinasi terbatas yang bertempat diruang rapat BPMPD. Senin, (9/6).
Dalam arahan pertama, dirinya menyampaikan agar tidak ada daerah terisolir di Kabupaten Bogor.
Nurhayanti ingin agar BPMD terus meningkatkan pelayanan kepada desa-desa seperti peningkatan sarana, prasarana pedesaan dan melakukan koordinasi dengan lintas sektoral agar program tersebut dapat terwujud.
"Saya ingin BPMPD berkontribusi agar tidak ada lagi daerah yang terisolir dengan meningkatkan sarana dan prasarana untuk pedesaan seperti turut mendata rumah tidak layak huni agar tepat sasaran dan juga lakukan koordinasi dengan TNI dengan program TMMD.""Tegasnya.
Ia juga ingin agar penduduk miskin di Kabupaten Bogor turun hingga 5% karena Berdasarkan tingkat kemiskinan Kabupaten Bogor pada tahun 2013 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) adalah sebesar 8,52%, kemudian angka proyeksi penurunan pada tahun 2018 sebesar 5%.
Dengan demikian diperlukan akselerasi penurunan tingkat kemiskinan sebesar 2,48% sampai dengan tahun 2018, sehingga peran BPMD dalam mengwujudkan itu ialah dengan melalukan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada masyarakat desa,agar mereka bisa mandiri dan meningkatkan jual beli masyarakat pendesaan.
"Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat pedesaan seperti UP2K sangat perlukan, karena program tersebut membina masyarakat pendesaan agar lebih mandiri sehingga daya beli masyarakat pedesaan dapat meningkat."Tambahnya.
Masalah kekurangan SDM juga menjadi perhatikan Wakil Bupati saat mengadakan Rakortas di BPMPD, karena kekurangan SDM bukan hanya terjadi Kabupaten Bogor namun ini merupakan masalah Nasional yang saat ini sedang terjadi, oleh sebab itu Wakil Bupati ingin Kepala Badan pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Rou Choirudin memanfaatkan personil yang ada dengan memberikan pelatihan yang dapat meningkatkan kinerja pegawai.
“ Permasalahan kekurangan SDM bukan hanya terjadi di Kabupaten Bogor namun ini menjadi nasional, oleh sebab itu berikan manfaatkan para pegawai yang ada dengan memberikan pelatihan kepada mereka dan BKPP Kab. Bogor siap membantu hal itu.”Tandasnya.
Rakortas tersebut di Hadiri oleh para Staff Ahli di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor dan beberapa Perwakilan OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor. (yd/hr)
-
CIBINONG - Setelah beberapa hari lalu Kejaksaan Negeri (Kajari) Cibinong menahan salah satu pelaku korupsi dana Bansos ketua Himpaudi Kabupaten Bogor dengan tersangka Hj.Rodiah,kini kembali jajaran Adyiaksa menjebloskan ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bogor Ujang Suja'i.
Korps Adhiyaksa berlambang timbangan ini kembali menjebloskan Ujang Sujai ke Lapas Paledang Bogor, karena diduga telah melakukan mark up harga peralatan pertanian yakni, traktor, hand sprayer dan bantuan modal usaha sebanyak 1500 kelompok yang tersebar di 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor.
Dana hibah Bansos 2012 sebesar Rp 5.350.000.000 dicairkan seluruhnya kepada Ujang Suja'i oleh Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bogor, pada 17 April 2012.
"Tersangka (Ujang Sujai) diduga telah memanipulasi harga setiap unit traktor dan hand sprayer," kata Kepala Kejari Cibinong, Mia Amiati Iskandar, saat mengadakan jumpa wartawan, Kamis (5/6).
Mia menjelaskan, bahwa berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan secara tertutup oleh tim penyelidik Kejari kepada pihak Golden Agin (distributor handsprayer) diperoleh informasi harga 1 unit Handsprayer hanya sebesar Rp. 330.000 unit.
"Namun, bukti faktur pembayaran dari Ketua KTNA yaitu tersangka Ujang Sujai kepada pihak Golden Agin per-unitnya sebesar Rp. 450.000. Sehingga terdapat selisih biaya pengadaan per-unitnya sebesar Rp 120.000. Dan keuntungan yang di dapat oleh tersangka dari pembelian hnadsprayer Rp 240.000.000," tambah Mia.
Sedangkan untuk traktor, lanjut dia, pengadaan traktor G 1000 sebanyak 100 unit Rp. 1.850.000.000, pengadaan traktor G 600 sebanyak 145 unit Rp 2.392.500.000 dan traktor capung sebanyak 18 unit Rp 153.000.000. "Padahal, harga yang sesungguhnya, setiap unit traktor lebih rendah. Tapi, ujang membandrol harga traktor lewat proposalnya dengan harga tinggi," tuturnya
Saat ini pihak Kejari Cibinong terus melakukan pendalaman, guna mengungkap inidikasi-indikasi tersangka lainnya yang berhubungan dengan kaus tersebut. Untuk tersangka sendiri di ancam Pasal 2 dan 3 mengenai tindak pidana korupsi dengan kurungan maksimal 20 tahun penjara. (Jack)
-
CIBINONG - Nasib naas menimpa Suparman (59) mantan pejabat eselon 3 Pemkab Bogor yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Tegar Beriman, Jumat (06/06/2014).
Suparman yang kini seorang kontraktor Proyek APBD tersebut mengalami hilang kendali saat mengemudikan avanza F 1049 LM dari arah CCM menuju Gedung Tegar Beriman. Tidak jauh dari Kantor sekretariat PPP ada sebuah gerobak pemulung yang di tinggal pemiliknya di kiri jalan penuh berisi barang rongsokan.
Karena tidak waspada Suparman menabrak gerobak tersebut hingga ringsek, dan hilang kendali hingga mobil merah marun yang di kendarainya itu melompati pembatas jalan dan terhenti setelah menabrak pohon palem yang di tanam di pembatas jalan tersebut.
Suparman warga perumahan IPB Sindang Barang, Dramaga Kabupaten Bogor awalnya hendak menuju kantor Unit Lelang Pengadaan (ULP) di Pemda Cibinong untuk mengikuti lelang proyek APBD.
"Saya reuas kang , kaget ga liat ada gerobak di situ ". Ujar Suparman yang shock dengan kejadian begitu cepat itu.
Dari keterangan saksi di lokasi kejadian Suparman memacu kendaraan begitu cepat hingga melompat melewati pembatas jalan.
Suparman mengalami luka serius pada kepalanya karena membentur kaca depan dan stir kemudinya. Namun demikian tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Peristiwa itu terjadi akibat human eror dari si pengemudi karena kurang konsentrasi di jalan raya. Hingga saat ini kasus tersebut masih di tangani pihak kepolisian setempat. (yd/hr)
-
Cibinong- Wakil Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti ingin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor termaju dalam penanganan bencana,karena dari 40 Kecamatan di Kabupaten Bogor 29 Kecamatan rawan bencana. Hal ini,di ungkapkan saat memimpin Rapat koordinasi terbatas (Rakortas) bersama para pegawai BPBD yang bertempat di Ruang serbaguna 1,gedung Sekretariat Daerah,Cibinong.
"Kesiap siagaan terhadap bencana tolong sangat menjadi fokus utama dari BPBD, karena sekarang dari 40 Kecamatan, 29 kecamatan rawan bencana baik itu banjir maupun tanah longsor, serta jangan bosen memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana agar dapat mengantisipasi bila bencana terjadi".tegasnya
Wabup juga ingin agar tidak ada daerah yang terisolir pasca bencana karena salah satu penciri menjadikan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di indonesia, karena biasanya bila pasca bencana jalanan akan rusak dan terkadang masyarakat akan kehilangan hunian mereka, itulah yang membuat aksesbilitas pasca bencana terganggu maka lakukan koordinasi dengan OPD terkait maupun lintas sektoral untuk membantu masyarakat terhindar dari daerah yang terisolir dan juga mempermudah pekerjaan BPBD.
"Saya ingin BPBD untuk mewujudkan salah satu penciri menjadikan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju yaitu tidak ada daerah yang terisolir karena bila pasca bencana jalan dan rumah pasti rusak,oleh sebab itu lakukan koordinasi dengan OPD tekait untuk mempermudah pekerjaan BPBD."Tambahnya
Wakil Bupati Bogor berpesan agar kedepannya semua yang berada pada BPBD agar terus melakukan kerjasama antar staf BPBD.
“Kerjasama tim adalah solusi terbaik agar tujuan organisasi bisa berjalan dengan baik jadi untuk menjadi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia bukan hanya isapan jempol semata”, harap Nurhayanti. (yd)
-
Cibinong – Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2014 diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. Dengan tema Satukan langkah, lindungi ekosistem pesisir dari dampak perubahan iklim, Pemkab Bogor berkomitmen dalam ikut menjaga lingkungan sekitar.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar saat membuka acara tersebut di Gedung Kesenian, Kecamatan Cibinong (5/6).
“Lingkungan yang lestari apabila dijaga dan dikelola secara optimal dapat kita manfaatkan sebesar besarnya demi kemakmuran rakyat”, tandas Adang Suptandar.
Upaya pelestarian lingkungan, lanjut Adang, tidak harus dilakukan pemerintah saja, melainkan melibatkan semua pemangku kepentingan. Perwujudan kerjasama yang harmonis dan proporsional antara pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan pilar penting dalam membangun lingkungan hidup.
“Pemerintah dituntut menyusun program pro rakyat serta memfasilitasi kebutuhan rakyat tetapi di lain pihak masyarakat dibutuhkan keterlibatannya dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup”, ujar Adang.
Sementara itu Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor Rony Sukmana menyampaikan bahwa Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor. “ Pada hari ini HJB bertepatan dengan Hari lingkungan Hidup”, pungkasnya.
Lebih lanjut, Rony mengatakan bahwa maksud diadakannya peringatan ini adalah sebagai ajang komunikasi dan informasi tentang lingkungan bagi masyarakat serta sebagai wahana menyatukan langkah agar setiap pihak peduli terhadap lingkungan hidup. “Masyarakat wajib tahu, bahwa lingkungan wajib terus dipelihara”, pungkasnya.
Pada kegiatan ini juga, diserahkan penghargaan kepada perusahaan serta masyarakat dan pemerintah yang telah ikut peduli terhadap lingkungan hidup dan diserahkan langsung oleh Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar. Selain itu juga, peringatan hari lingkungan hidup ditandai dengan penanaman pohon oleh Muspida Kabupaten Bogor. (yd)
-
CIBINONG - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Wasto Sumarno angkat bicara terkait pembangunan Cibinong City Mall dan bangunan berbasis bisnis lainnya yang dikembangkan oleh PT Puri Wahid Pratama.
Menurutnya, segala pelanggaran harus diselesaikan sesuai aturan yang berlaku dan bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
"Segala bentuk pelanggaran harus dituntaskan dan diterapkan sesuai aturan yang berlaku, termasuk sanksi jika terbukti bersalah,” kata Wasto ketika dihubungi wartawan melalui ponselnya, Kamis (5/6).
Dirinya berharap, untuk segala kekurangannya harus segera diurus sesuai prosedur, dan yang paling utama adalah dapat bermanfaat bagi masyarakat dan tidak ada dampak buruknya. “Jangan malah membebani pemerintah Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, pemerintah daerah semestinya segera mengambil sikap terkait sejumlah temuan indikasi pelanggaran yang ditemukan oleh Satpol PP Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Ketika disinggung perihal perizinan yang dimiliki Mall terbesar di bumi Tegar Beriman yang terindikasi "Bodong", Wasto menegaskan, Inspektorat jangan hanya diam ditempat melainkan memanggil sejumlah pejabat di Badan Perizinan Terpadu (BPT) dan pejabat dinas terkait untuk diproses sesuai mekanisme.
"Kalau ranahnya ada pada Dinas atau Badan, Inspektoratlah yang seharusnya bergerak, jangan hanya diam saja," ungkapnya.
Pada pemberitaan sebelumnya, terkuak dalam rapat tertutup antar dinas terkait bahwa Mall yang berdiri megah itu tidak memiliki Site Plant dan dapat dikatakan "Bodong".
Selain itu, sejumlah pelanggaran yang dinilai fatal, menurut Kasatpol PP Tb Luthfi Syam tidak ada mencari-cari solusi melainkan terapkan aturan yang ada, pihaknya pun siap mengeksekusi jika sudah ada keputusan. (hr)
-
CIBINONG - Dalam menghadapi perubahan cuaca atau musim kemarau serta mengantisipasi bencana kekeringan dibeberapa wilayah Kabupaten Bogor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor telah mempersiapkan berbagai aspek kesiapan logistik guna memeuhi kebutuhan air bersih bagi mastarakat di beberapa titik rawan kekeringan.
Makmur Razak, selaku sekertaris BPBD menuturkan,"Bahwa dari jauh jauh hari kami sudah mempersiapkan sarana dan prasarana yang menyangkut kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan pada musim kemarau nanti,"tuturnya, saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (4/6). Lebih lanjut Dia menjelaskan, adapun berbagai kesiapan logistik tersebut antara lain, Watter treatment (penyulingan air), Mobil tangki dengan kapasitas 5000 liter, 430 jerigen kapasitas 25 liter serta 43 toren (tagki air) kapasitas 3000 liter yang tersebar dibeberapa lokasi tertentu seperti yang sudah mengalami kekeringan pada tahun 2012, diantaranya Cigudeg, Pamijahan, Jonggol, Cariudan daerah artesis lainnya di Kabupaten Bogor. Dalam hal ini kami tetap terus melakukan koordinasi atau komunikasi dan sinergi dengan Pihak PDAM menyangkut armada nya menuju titik yang di mohon,"Jelas Makmur. (IB/YD)
-
CIBINONG - Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang), Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor mengadakan rapat tertutup terkait pembangunan mega proyek Cibinong City Mall (CCM) dan bangunan kompleks pusat perkantoran lain yang berbasis bisnis yang dikembangkan oleh PT Puri Wahid Pratama, yang masih belum mengurus perizinan.
Dalam rapat tertutup itu membahas sejumlah temuan CCM dan dalam sepekan kedepan akan memanggil pihak pengembang PT Puri Wahid Pratama untuk dimintai keterangan, sanksi tegas pun sudah diancang-ancang. Pasalnya, terkuak dugaan Mall yang berdiri megah itu tidak memiliki Site Plant dan dapat dikatakan "Bodong".
"Bangunan mall itu tidak ber siteplant dan otomatis IMB (Izin Mendirikan Bngunan-Red) yang sudah ada batal demi hukum, dan bisa dikatakan gedung itu tidak punya IMB," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Tb Luthfi Syam, Rabu (4/6).
Dirinya menambahkan, Kabupaten Bogor memang membutuhkan Investor sebanyak-banyaknya demi kemakmuran masyarakat, namun kalau investasi itu malah justru hanya mengorbankan dan merugikan masyarakat, lalu buat apa ada investasi yang malah membebani pemerintah daerah dengan segudang permasalahannya yang juga berdampak pada masyarakat itu sendiri.
"Kalau mereka (pengembang CCM-Red) tetap membandel dan tidak mau memperbaiki kondisi seperti sekarang, bisa kita tutup kegiatannya dan itu ada aturannya dalam Perda Nomor 8 tahun 2006 tentang ketentraman dan ketertiban umum, kita bisa hentikan sampai dengan memiliki perizinan," imbuhnya.
Luthfi menegaskan, satuan yang dipimpinnya bukan berniat untuk menutup mall tetapi pengembang agar kooperatif untuk mengurus segala perizinan sesuai dengan aturan yang ada. "Pemda Kabupaten Bogor jangan menjadikan standar ganda, jangan hanya pedagang kaki lima saja yang seolah-olah diinjak sementara pengusaha-pengusaha besar dibiarkan begitusaja yang melakukan kesalahan dengan sengaja didepan mata," tegas Luthfi.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Lita Ismu Yulianti menegaskan, dalam rapat itu diputuskan akan memanggil pihak pengembang CCM.
"Dalam satu minggu kedepan kita akan undang pengembang CCM yakni PT Puri Wahid Pratama melalui undangan PPNS Satpol PP tetapi kami yang mengundang. Sebelum mengundang, dinas terkait melengkapi dulu data-data dan terlebih dahulu memastikan sudah menyampaikan teguran," kata Lita.
Dalam rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing dinas deperti BPT, Dinas Tata Ruang dan Pertanahan, Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman, DPKBD yang kaitannya dengan aset, DLLAJ serta Dinas Bina Marga dan Pengairan.
"Seperti halnya Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman, mereka sudah melayangkan teguran kaitannya dengan temuan Satpol PP, kita harapkan pengembang CCM taat aturan dan dinas terkait bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, kalau Ekbang sifatnya hanya mengkoordinir," ungkapnya.
Ketika disinggung terkait siapa dibalik mafia perizinan sehingga terjadi sejumlah pelanggaran pada mall terbesar di Cibinong itu, Lita menegaskan pada waktunya nanti akan ketahuan siapa yang "bermain" dengan regulasi yang ada. (hr/yd)
-
CIBINONG - Menjelang bulan puasa, SATPOL PP Kabupaten Bogor saat ini belum melakukan tindakan apa pun, hal tersebut dapat terlihat dari masih banyaknya beberapa Tempat Hiburan Malam (THM) dan Pekerja Seks Komersi (PSK). Menanggapi hal tersebut Kasat POL PP, Tb. Luthfie Syam saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/6). Dia mengatakan,"Kita di sini masih menunggu Poksi dari SKPD atau Instansi yang lain dulu, "mestinya dinas terkait isiatif bertindak terlebih dahulu, begitu pula soal THM, dan PSK seharusnya dapat ditangani oleh aparat pemerintah diwilayah setempat,"katanya.
Lebih lanjut Dirinya menjelaskan,"Tugas Satpol PP yang turun tidak juga berenti begitu saja, contoh nya di wilayah Kemang. Tentang keberadaan THM, Dirinya menegaskan,"Seharusnya Dinas terkait jangan hanya diam, tetapi harus turut andil dalam hal tersebut, begitupun dengan pihak Dinas pariwisata agar memberikan himbauan kepada tempat - tempat wisata, rumah makan maupun hotel yang menyediakan hiburan malam untuk menutup aktivitasnya selama bulan puasa. Dan kami selaku petugas Satpol PP tetap menjalankan tugas sesuai prosedur "kami mengajak seluruh SKPD untuk turut bekerjasama dan mengajak taat terhadap segala peraturan, terlebih soal THM yang berada di Wilayah Kemang Parung yang menurutnya tidak boleh ada dan tidak bisa tempat itu di jadikan sebagai tempat hiburan karna posisinya ditengah-tengah rumah penduduk, apalagi sampai dijadikan tempat Prostitusi umum,"tegasnya.
Seharusnya mereka belajar dari pelajaran beberapa bulan yang lalu (februari) kami menyisir kawasan Cibinong dan Citereup serta menberikan tindak kepada 18 orang PSK yang tertangkap dan membawa mereka ke aula Panti Sosial Karya Wanita Mulya Jaya di Jakarta, untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan kesehatan kepada para PSK tersebut dan hasilnya Sungguh mengejutkan, dari 18 orang 5 diantaranya dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Ini benar-benar sangat berbahaya untuk kelangsungan anak didik kita. Kalaupun teman FPI naik darah saya fahami karna fakta nya benar benar praktek prostitusi ini benar ada nya,"Pungkas Lutfhi. (YADI)
-
CIBINONG - Malam jelang peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) Ke- 532 dan Penganugerahan Tegar Beriman Awards yang akan di helat Rabu (3/6), Diwarnai semaraknya pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor. Keberadaan ratusan pedagang kaki lima tepatnya di depan Cibinong City Centre Office Park, tak ubahnya pasar malam itu meninggalkan kesan pembiaran ini sudah sejak bertahun silam bercokol menguasai jalur hijau, trotoar dan jalur lambat Jalan Protokol Kabupaten Bogor tersebut.
Ironisnya, disepanjang jalur cepatpun berubah menjadi lahan parkir liar, Ketidakseriusan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menata keberadaan pedagang kaki lima ini bukan hanya menuai protes warga pengguna jalan, melainkan kecaman dari Ketua Gerakan Persaudaraan Putra Pribumi (G-PPP) Bogor Raya, H. Rahmat Gunawan. Dirinya menilai ada keraguan dari pihak Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melancarkan eksekusi melalui SATPOL PP Kabupaten Bogor. Pasalnya, dibalik ratusan pedagang kaki lima itu diduga di "bekingi' oknum yang tergolong kuat pengaruhnya di Bumi Tegar Beriman. "Jadi, Perda bisa dilanggar oleh kekuatan kelompok yang berpengaruh, apabila ini tidak benar, lalu mengapa Pemkab Bogor ragu menertibkannya," tegas H. Rahmat Gunawan.
Relokasi bagi pedagang kaki lima, lanjutnya, jangan hanya dijadikan alasan untuk mengulur waktu, termasuk rencana menjadikan lokasi Jalan Tegar Beriman sebagai Pusat Kuliner Malam sangatlah tidak tepat, sebab telah jelas bertolak belakang dengan Perda 8 Tahun 2006 tentang Ketertiban Umum. Sebelumnya, KASAT POL PP Kabupaten Bogor, TB Luthfi Syam berjanji akan segera melakukan penertiban terhadap ratusan pedagang di jalur tersebut. Sementara, Sekretaris Camat Cibinong Andri menjamin tidak ada oknum yang melakukan pungli dikawasan itu. "Hanya saja untuk menertibkannya membutuhkan bantuan personil Satpol PP Kabupaten Bogor," katanya, dua pekan lalu. (YADI)
-
Cibinong - Pelaksanaan HJB Ke- 532 di Kabupaten dan Kota Bogor berlangsung sederhana dan penuh khidmat. Terbukti saat apel peringatan yang digelar terpisah di ikuti secara antusias oleh Muspida, SKPD, OPD serta Ormas dan LSM, Selasa (3/6/2014) pagi. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar menjelaskan rangkaian kegiatan HJB Ke- 532 Kabupaten Bogor di implementasikan melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan pembangunan seperti Revitalisasi Pertanian, penanaman pohon bersama komunitas, pelestarian seni budaya lokal., Apel HJB hingga Sidang Paripurna Utama DPRD Kabupaten Bogor.
"Kesederhanaan ini mencerminkan karakter masyarakat Bogor, dan peringatan HJB tahun ini lebih mengedepankan kebersamaan sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintahan dengan masyarakat. Diantaranya, melalui rangkaian kegiatan yang bermanfaat labgsung bagi pembangunan yang konsisten mengusung Visi Misi Kabupaten Bogor Menjadi Kabupaten Termaju Di Indonesia," jelasnya singkat. Sementara, Ketua Panitia HJB Ke- 532 Kota Bogor, Edgar Suratman mengatakan serangkaian kegiatan HJB Ke- 532 di Kota Bogor selama sebulan penuh mulai tanggal 26 Mei 2014sampai 26 Juni 2014 di isi dengan berbagai acara. Seperti, pagelaran wayang golek, mencuci Tugu Kujang dan Ziarah ke makam sesepuh Bogor, serta Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Bogor.
"Penyelenggaraan Hari Jadi Bogor disesuaikan dengan kemampuan wilayah dengan mengandalkan swadaya masyarakat, seperti adanya kegiatan kreasi seni dan budaya dari berbagai tokoh masyarakat. Oleh karena itu kami meminta masyarakat turut memeriahkan peringatan HJB ke-532 di tingkat Kota Bogor yang mengambil tema Raksa Kabisa, yang merupakan istilah khas sunda yang berarti arti Menjaga Kemampuan, dan jika di implementasikan maknanya menjaga keindahan dan saling berbagi," tegasnya. (YADI)
-
Cibinong - Tersangka pengguna dana hibah Bansos di Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Bogor, Hj. Rodiah akhirnya resmi di tahan Kejaksaan Negeri Cibinong (Kejari) untuk selanjutnya di lakukan penahanan di Lembaga pemsyarakatan (LP) Peledang Kota Bogor, Senin (2/6). Sebelumnya Hj. Rodiah telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 3 bulan yang lalu.
Selama dalam penetapannya sebagai tersangka, Hj Rodiah dianggap tidak kooperatif dan selalu mempengaruhi 40 kepala PAUD yang ada di Kabupaten Bogor, serta mengintimidasi agar memberikan laporan seakan-akan sesuai prosedur dalam penyaluran dana Bansos yang di terima Himpaudi dan Kejari Cibinong menilai tersangka mempersulit didalam pemeriksaan.
"Ketua Himpaudi Hj Rodiah ditahan di LP Paledang setelah menjalani pemeriksaan terlebih dahulu di Kantor Kejari Cibinong, sebelum dibawa sebagai tahanan Kejaksaan tersangka Rodiah akan ditahan selama 20 hari kedepan," Kata Kajari Cibinong Mia Amiati, kepada lensabogor.com, Senin (2/6).
Mia menambahkan, karena tidak kooperatif sejak panggilan ke 1, ke 2 baru pada panggilan ke 3 tersangka memenuhi panggilan tersebut. Hj Rodiah diantar ke LP Paledang dengan didampingi pengacaranya Syamsul Jalal beserta keluarga dan kerabatnya. Ketika di singgung masalah apakah ada tersangka baru lagi selain Ketua Himpaudi yang sudah di tahan, Mia mengatakan, sedang mendalami terus agar kasus ini sampai tuntas dan mengenai kasus-kasus dugaan penerima Bansos, namun saat ini belum bisa memberitahukan ke publik karna dikhawatirkan akan memperhambat proses data-data yang sedang kumpulkan.
Sementara itu, Khairudin Bakri yang sebelumnya menjadi pengacara Hj. Rodiah menjelaskan, saat ini dirinya sudah tidak lagi menjadi kuasa hukum tersangka sejak 21 Mei 2014. Namun begitu, dirinya mengaku merasa prihatin atas penahan tersangka.
Tersangka akan dikenakan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pasal 2 Jouncto Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah UU No 20 Tahun 2001. Dengan ancaman diatas lima tahun penjara.
Hj Rodiah diduga melakukan pelanggaran hukum dengan menyimpangkan dana hibah yang telah dikucurkan Pemerintah Kabupaten Bogor yang mencapai Rp 1,3 miliar pada anggaran tahun 2012 dan Rp.1,8 miliar ditahun 2013 yang dilakukan ketua Himpaudi itu melalui berbagai modus praktik korupsi, seperti memotong jumlah bantuan untuk 234 lembaga PAUD, mark-up pengadaan seragam batik untuk guru PAUD, dan juga kegiatan fiktif lainnya dengan laporan yang dimanipulasi. (IB/YD)
-
CIBINONG- Untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan baik wisatawan lokal dan wisatawan Asing yang berkunjung ke Kabupaten Bogor, serta Meningkatkan infrastruktur dan Aksesibilitas Daerah yang Berkualitas dan Terintegrasi secara Berkelanjutan di bidang pariwisataan. Bertepatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-532 pada 3 Juni 2014, Wakil Bupati Bogor, Hj.Nurhayanti memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi terbatas (Rakortas) di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, senin (2/6). Dalam arahannya Wakil Bupati Bogor menekankkan agar program kepariwisataan di Kabupaten Bogor tidak standar karena dalam penciri mewujudkan Kabupaten termaju termasuk kunjungan wisatawan tertinggi di Indonesia.
Dalam Rakortas yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar, Inspektur Kabupaten Bogor Didi Kurnia, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Rachmat Surjana serta para asisten dan juga perwakilan SKPD di Pemerintahan Kabupaten Bogor, Wabup Menegaskan,"Pada tahun lalu kunjungan wisatawan ke Bumi Tegar Beriman mencapai 4.125.130 orang, maka dalam hal ini Disbudpar harus terus menjual dan meningkatkan kunjungan wisatawan melalui obyek wisata maupun unsur kebudayaan nya.
"Harus terus di dorong kunjungan wisatawan untuk datang ke Kabupaten Bogor dengan terus menjual serta mempromosikan unsur kebudayaan dan obyek pariwisata yang ada di Kabupaten Bogor,"Tegasnya.
Lebih lanjut Nurhayanti menjelaskan,"Faktor infrastruktur menuju tempat wisata juga menjadi sorotan karena merupakan salah satu misi Kabupaten Bogor, yaitu Meningkatkan infrastruktur dan Aksesibilitas Daerah yang Berkualitas dan terintegrasi secara Berkelanjutan bila infrastrukur jalan rusak dan tidak menarik menuju tempat wisata, maka wisatawan akan enggan berkunjung di karenakan dampak aspek terbut. Selain itu guna membantu meningkatkan pendapatan ekonomi masayarakat setempat, Wabup menyarankan harus disediakannya gerai atau tempat penjualan makanan dan cendramata khas Kabupaten Bogor.
“Disbudapar sebaiknya melakukan koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk memperbaiki jalan rusak menuju tempat wisata dan melakukan koordinasi dengan Dinas Koperasi dan Perindustrian (Disperindag) agar para UKM di Kabupaten Bogor dapat berjualan di kawasan wisata tersebut,”Pesannya.
Nurhayanti Berharap dalam memperingati hari jadi Bogor ke- 532 dapat dirasakan oleh seluruh masyrakat Kabupaten Bogor, Maka Disbudpar Kabupaten Bogor agar berperan serta dan mensosialisasikan guna memeriahkan hari jadi Bogor,“Pada peringatan Hari Jadi Bogor akan ada pameran revitalisasi pertanian dan hasil-hasil UKM dari para pengrajin UKM di Kabupaten Bogor, maka di Disbudpar diharapkan turut melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kemeriahan Hari jadi Bogor terasa tahun ini,”Harapnya.(YADI)
-
CIBINONG - Berbagai dukungan terus mengalir untuk pasangan Capres - Cawapres, Prabowo - Hatta, salah satunya relawan dari beberapa organisasi masyarakat (Ormas) dan tokoh masyarakat Kabupaten Bogor yang tergabung dalam Cakar Garuda Bangsa.
Dalam dukunganya kepada Capres – Cawapres Prabowo – Hatta, para relawan membubuhkan cap jempol dengan darah sebagai symbol totalitas dukungannya kepada Capres – Cawapres nomor urut satu tersebut.
Koordinator Cakar Garuda Bangsa, Zulkifli Nasution mengatakan, bila Prabowo – Hatta terpilih menjadi Presiden Indonesia pasti mampu memberikan perubahan untuk rakyat Indonesia Kedepan.
“Prabowo – Hatta pasti membawa perubahan kedepannya untuk rakyat Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang atau sebelumnya. Dari itu kami mendukung penuh Prabowo – Hatta menjadi orang nomor satu di Indonesia,” ujarnya.
Dirinya menargetkan, pada pemilihan Pilpres 9 Juli nanti Pabowo – Hatta akan memperoleh 65 persen suara dari 40 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor. “Target kami 65 persen perolehan suara yang didapat Prabowo – Hatta di Kabupaten Bogor,” tandasnya. (her)