-
SUKARAJA - Sebanyak 1117 anggota Palang Merah Remaja (PMR) PMI dari 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, mengikuti kegiatan Jumpa Bakti dan Gembira (Jumbara) PMR-PMI Kabupaten Bogor ke XIV yang berlangsung selama tiga hari 16 hingga 19 Juni, Bertempat di Bumi Perkemahan Pramuka Cimandala Sukaraja.
Pembukaan Jumbara ke XIV yang dihadiri oleh para pengurus PMI Kabupaten Bogor, Camat dan juga perwakilan OPD di Pemerintahan Kabupaten Bogor tersebut, menurut Wakil Bupati Bogor, "Kegiatan ini bertujuan sebagai evaluasi kegiatan-kegiatan sesuai dengan kurikulum termasuk menilai prestasi anggota PMR di sekolah – sekolah, Apakah sudah sesuai dengan kurikulum yang di tetapkan oleh PMI. Kegiatan Jumbara ini pun lebih menguatkan tugas-tugas kemanusian kepada seluruh anggota PMR yang selama ini di emban oleh PMI. Hal ini di ungkapkan secara langsung oleh Wakil Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti yang juga Ketua PMI Kabupaten Bogor pada saat membuka Jumbara ke XIV.
Ia juga meegaskan kepada para Camat di Kabupaten Bogor untuk mensosialisasika PMR di wilayah agar menjadi ekstrakuliker dari semua tingkatkan mulai dari SD sampai SMA, karena Kabupaten Bogor berbeda dengan daerah lain nya dari 40 Kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor, 29 Kecamatan Rawan Bencana. Maka dengan kegiatan PMR dapat meningkat kesiap siagaan masyarakat terhadap bencana,"tegasnya.
Nurhayanti berharap kepada para anggota PMR, setelah mengikuti Kegiatan Jumbara ini agar dapat mengaplikasikan gerakan palang merah dan bulan sabit internasional seperti kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan juga kesemestaan serta setelah mengikuti kegiatan Jumbara para anggota PMR dapat salaing bertukar Informasi dan memberikan pengalaman sesama anggota PMR. (Yadi))
-
CIGOMBONG - Samen (Kenaikan Kelas) bukanlah kata yang asing buat orang sunda, Samen adalah kata yang menggambarkan ketika seluruh siswa merayakan kenaikan kelas dan merayakan kelulusan setelah mereka belajar selama satu tahun. Entah dari mana istilah “samen” yang pasti setiap satu tahun sekali sekolah di tatar sunda selalu merayakannya. Salah satunya di Selatan Kabupaten Bogor, yaitu di Madrasah Ibtidaiyah yang berlokasi di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong. Untuk pelaksanaan tahun ini terbilang unik, di mana dalam pementasan kreasi seni siswa dalam rangkaian acara perpisahan dan kenaikan kelas,minggu (15/6) hampir seluruh rangkaian acara pementasan bernuansakan budaya sunda.
Samen yang bertema 'Ngabralkeun Nu Rek Amitan Nu Tamat Lalakon Leumpang'. Hadir dalam kegiatan samen tersebut Pengawas Kecamatan Cigombong Cece Anwar SAg, Kepala Madrasah Ibtidayah Hidayatusshibyan 02 Drs H Asep Arifin dan juga seluruh jajaran Dewan Komite Sekolah beserta para orang tua murid dan warga sekitar.
Dari 256 keseluruhan siswa, 150 orang diantarnya atau sekitar 50% siswa ikut terlibat dalam pementasan kreasi seni. Berbagai jenis seni budaya sunda yang dipentaskan oleh para siswa tersebut adalah upacara adat, pencak silat, jaipongan, dan tarian kreasi modern juga lesengan dimana siswa-siswi memperlihatkan kepiawaiannya dalam berpidato dari mulai menggunakan bahasa inggris, bahasa arab, bahasa sunda dan bahasa indonesia sesuai dengan yang di ajarkan oleh guru masing-masing. Dari 38 siswa-siswi kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah Hidayatusshibyan 02 semuanya berhasil lulus.
"Keberhasilan guru dari tingkat kualifikasi dari sepuluh guru, enam diantaranya tersertifikasi, jumlah kelulusan seratus persen lulus," kata Drs H Asep Arifin, selaku kepala sekolah. (AN/IB)
-
CIAWI - Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Al quran (IGTKA) Kabupaten Bogor menggelar wisuda gabungan kepada ratusan murid Taman Kanak-Kanak Al Quran se Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor di Pendopo Kecamatan Ciawi. Sabtu (14/06).
Ketua IGTKA Kabupaten Bogor, Maman berharap anak-anak yang di wisuda bisa meraih prestasi yang membanggakan di sekolah berikutnya.
"Ini hasil kerjasama yang baik di yayasan dan di lembaga sekolahnya masing-masing, perwakilan kecamatan ciawi yang paling menonjol dalam kreasi seni dan kegiatan lainnya di setiap sekolah sudah memiliki marawis," kata Maman.
Dalam acara tersebut turut hadir ketua IGTKA Kabupaten Bogor Maman SAg MPdi, ketua IGTKA Kecamatan Ciawi Neneng Haji Sidiq SH, Ketua Penamas dan beberapa pengurus yayasan dari lembaga sekolah masing-masing beserta dewan guru dan orangtua murid. (ib)
-
SUKARAJA - Sebagai negara demokrasi, Indonesia melewati masa transisi dalam perubahan Regulasi dan Sistem Perundang Undangan. Meski demikian, Pancasila tetap di utamakan dan terus di pertahankan di tengah pejalanan demokasi di Republik Indonesia.
Hal tersebut di bahas dalam sosialisasi 4 Pilar Bangsa yang berlansung di aula Desa Cicadas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jumat (06/06/2014) kemarin.
Dalam kesempataan tersebut, perwakilan dari DPR/MPR RI , Anton Surato, Abdulah Wedi memberikan quiz kepada 400 warga yang ikut dalam kegiatan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan.
Dalam quiz itu Anton melempar pertanyaan bagaimana bunyi pancasila dan hasilnya ternyata ada 2 perwakilan warga yang salah menyebut urutan bunyi dari 5 sila tersebut.
"Wah kumaha ieu, maeunya pancasila ge teu hapal ". Ujar Anton Surato dalam bahasa sunda yang artinya bagaimana ini, Pancasila saja tidak hafal.
Di tengah negara yang maju akan teknologi informasi saat ini masih ada warga yang tidak hafal pancasila sebagai dasar negara.
" Ini yang akan kita sampaikan bahwa sebelum kita beranjak kepada permasalahan bangsa yang lebih luas, masyarakat harus memahami pancasila dan penerapannya dalam kehidupan sehari hari, selanjutnya baru mereka secara sadar akan mencintai negara dengan semangat nasionalisme dan di situlah Demokrasi dapat tumbuh tegak di NKRI ". Anton Suratto menjelaskan.
Dalam dinamika politik seperti saat ini perubahan dapat terjadi kapan saja. Karena kedaulatan di pegang penuh oleh rakyat. Dulu presiden di angkat dan di berhentikan oleh MPR selaku mandataris,sekarang presiden di pilih langsung oleh rakyat dan akan di hukum oleh rakyat dengan tidak di pilih kembali.
Melihat kondisi itupun anggota legislatif terpilih Kabupaten Bogor Ade Sanjaya menyayangkan dengan kurangnya jam pelajaran pendidikan kebangsaan dan Pancasila di sekolah.
" Ini kembali kepada unsur pendidik jadi nanti kita akan usulkan untuk menambah muatan di sekolah tentang Pancasila ". Jelas Ade Sanjaya.(yd)
-
CIBINONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mempunyai kebijakan untuk tidak membedakan pendidikan umum dan agama karena kedua nya sama-sama mendidik anak dan menciptakan kader Bangsa, Hal itu di ungkapkan Wakil Bupati Bogor, Hj. Nurhayanti saat melepas 356 siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cibinong bertempat di Gedung Tegar Beriman, Cibinong.
"Pemkab Bogor akan selalu memperhatikan pendidikan umum dan pendidikan agama karena kedua menciptakan kader bangsa dan kedepan nya dapat memajukan Kabupaten Bogor melalui pendidikan yang di dapat,"Tegasnya.
Ia juga menambahkan untuk menjadikan Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia Indeks Pendidikan di Kabupaten Bogor harus meningkat terus dimana akses penyelenggaraan yaitu meningkatkan kualitas guru akan terus di lakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor. "Akses Penyelenggaraan Pendidikan di Kabupaten akan selalu di tingkatkan oleh Pemerintah Kabupaten dimana para guru di berikan sertifikasi untuk memperoleh pendidikan S1 dan untuk guru honorer yang mengabdi di Kabupaten Bogor juga memberikan standarisasi honor setiap bulan nya." Tambahnya
Nurhayanti juga berharap penyelenggaraan pendidikan umum berbasis agama islam seperti halnya di MAN Cibinong selalu berjalan kondusif bagi terbentuknya siswa yang memiliki kekayaan intelektual dan menerapkaan nilai-nilai dan ketentuan agama islam dalam kehidupan sehari-hari." Saya berharap para alumni MAN Cibinong memiliki Pondasi keimanan dan ketaqwaan yang tangguh serta dapat di andalkan sebagai penegak kebenaran dan kebajikan hidup,"Harapnya. (YD)
-
Malam Isra Mi'raj diperingati ratusan jama'ah Majelis Ta'lim Bahrul Ulum menghadirkan da'i kondang Bandung, Ustad Uje Turbo.
Jama'ah kampung Bojong Jengkol, Desa Cileubeut Barat, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor nampak antusias menghadiri peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah yang berlangsung di Majelis Ta'lim Bahrul Ulum di lingkungan Rt02 Rw 10.
"Alhamdulillah, anak-anak, remaja, pemuda hingga para orang tua sekampung ini bisa hadir guna mempererat silaturahmi sekaligus menambah wawasan umat," kata Indra Maulana selaku panitia yang juga Ketua Majelis Ta'lim Remaja Jami'ul Fata, Senin (26/5/2014) malam.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Cilebeut Barat, H. Muhadi menegaskan kepada generasi muda untuk tetap konsisten memegang teguh aqidah keimanan dan Islam dengan senantiasa melaksanakan perintah Habluminallah dan Hablumminannas. "Kepada para orangtua diharapkan dapat menanamkan keilmuan terhadap ajaran Allah SWT kepada anak-anaknya sekaligus mengenalkan ketauladanan Nabi Muhammad SAW," pesannya.
H. Muhadi juga menyampaikan program kerja Pemerintah Desa untuk meningkatkan pembangunan masyarakat maupun infrastruktur, sekaligus menyampaikan agar warga yang menggunakan hak pilih pada Pemilihan Presiden tahun ini. "Dalam waktu dekat setiap desa akan diberikan dana dari pemerintah sebesar satu miliar setiap tahun yang akan digunakan untuk meningkatkan pembangunan kesejahteraan masyarakat dan infrastruktur desa," tambahnya disambut gembira para jama'ah.
Peringatan yang mengangkat tema Shalat Kunci Selamat, Generasi Hebat, Taat Shalat, sarat dengan tausyiah dari tokoh ulama setempat KH.Ahmad Firdaus yang dilanjutkan tausyiah dari Majelis Ta'lim Al Hikmah Bandung, Ustad Uje Turbo, yang turut dihadiri Kepala Desa Cilebeut Barat H.Muhadi dan sejumlah tokoh ulama, tokoh agama dan tokoh pemuda setempat.
"Al-’Isra’ wal-Mi‘raj adalah perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad S.A.W dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah beliau mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam," papar Ustad Uje Turbo.
Ustad Uje Turbo menambahkan, beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Quran, yaitu Surah Al-Isra. Isra Mikraj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, yakni pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. "Riwayat tentang perjalanan malam Nabi dan diangkatnya beliau ke langit untuk bertemu langsung dengan Allah dan menerima perintah kewajiban shalat di lima waktu," paparnya. (yd) MS
-
Kompetisi futsal, modern dance, menyanyi, talkshow serta seremoni penutupan kegiatan HUT ke VIII SMA Mardi Waluya di Cibinong Mall.
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-VIII, SMA Mardi Waluya Cibinong pada 19-24 Mei mengadakan berbagai perlombaan. Dengan tema ‘ASTA (Art, Sport, Tolerance and Achievment), SMA Mardi Waluya mengadakan berbagai kegiatan lomba seni, olahraga, ilmu pengetahuan dan talkshow.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Cibinong Mall, kegiatan HUT ke-VIII SMA Mardi Waluya ini diikuti oleh 27 sekolah yang terdiri dari 19 SMA dan 8 SMP baik dari Cibinong, Depok, Bogor dan sekitarnya. Untuk kegiatannya sendiri diadakan di dua lokasi yakni di SMA Mardi Waluya untuk event turnamen basket, MIPA dan Story telling.
Menurut Ketua Panitia, FX. Bambang Widiatmoko, S.S, M.pd, banyaknya jumlah peserta HUT sekolahnya kedelapan ini merupakan yang terbanyak dari perayaan di tahun-tahun sebelumnya. “Jumlah pesertanya melebihi dari yang kami harapkan. Dan ini merupakan yang terbanyak daripada perayaan di tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya kepada wartawan, Sabtu, (24/5/2014).
Untuk talkshow yang akan diadakan di Cibinong Mall, Bambang kembali mengungkapkan akan membahas tentang ‘Live Smart, Active, Positive and Keep Health’. Dengan mengundang pakar kesehatan dari Laboratorium Prodia dan juga Stikkes Boromeus. “Kami ingin para remaja lebih meningkatkan pemahaman dan juga berperilaku yang sehat dalam setiap pergaulan. Maka dari itu, kami mengundang narasumber-narasumber yang memang sudah sangat ahli dibidangnya,” tambahnya.
Sementara itu, General Manager Cibinong Mall, Trudi Adi Setiawan memberikan apresiasi event yang diadakan oleh sekolah tersebut sangat positif, karena mengajak siswa/siswi baik dari sekolah mereka maupun dari sekolah lain untuk mengedepankan pola hidup sehat. “Kami sangat menyambut positif kegiatan ini, karena juga membantu para siswa untuk bisa mengembangkan kemampuan potensial yang ada dalam diri mereka,” pungkas Trudi. (ice) MS
-
BOGOR - Terkait robohnya ruang laboratorium komputer Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ullum kampung Cimahpar akibat terjangan angin kencang beberapa waktu lalu berdampak terganggunya aktifitas belajar mengajar. Ironisnya, hingga berita ini dimuat pihak sekolah belum tersentuh bantuan dari pemerintah setempat.
Melihat kondisi ini, Wakil Walikota Usmar Hariman mengaku geram lantaran dirinya belum juga diberikan laporan dari pihak Kelurahan Cimahpar terkait kebutuhan mendesak sekolah yang terletak di kampung Cimahpar Rt.03/15, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.
"Sejak saya dilantik sebagai Wakil Walikota belum ada laporan yang sampai kepada saya. Pihak Kelurahan dan Kecamatan harus segera menyampaikan laporan tersebut selengkapnya agar bantuan segera direalisasikan," tandasnya, Senin (19/5/2014)
Sebelumnya, Kepala sekolah MI Darul Ullum, Ahmad Rosyadi mengaku masih mengharapkan bantuan perbaikan bangunan yang roboh tersebut. "Hal ini sama sekali tidak ditanggapi lebih lanjut. Kami tidak tahu harus bagaimana, proposal pengajuan sudah dikirim saat Walikota Diani, akan tetapi hingga saat ini masih belum ada tanggapannya,” keluhnya. (ZFT/SBL)
-
BOGOR - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Ibn Khaldun (UIKA), menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Utara, Senin (19/5/2014) siang.
Mencuatnya kasus amoral dan kasus pelecehan seksual memicu mahasiswa "menggoyang" kedudukan Hj. Fetty Qondarsyah sebagai Kepala Disdik Kota Bogor.
Aksi protes dilakukan dengan berjalan kaki menuju kantor Disdik Kota Bogor seiring membentang spanduk yang bertuliskan kecaman dan keranda mayat. Namun, setiba digerbang gedung itu aksi mahasiswa dikawal ketat oleh aparat Kepolisian dan Satpol PP Kota Bogor.
Dalam orasinya, para mahasiswa mengungkapkan bentuk keprihatinannya dengan buramnya pendidikan di Kota Bogor, dikarenakan banyaknya permasalahan di dunia pendidikan akhir-akhir ini, seperti mencuatnya kasus amoral yaitu pelecehan seksual terhadap siswa-siswi, maraknya tawuran pelajar, banyaknya kecurangan pungli-pungli pendidikan, dan lain sebagainya.
Para mahasiswa menuntut agar Kepala Disdik Kota Bogor dilengserkan dari jabatannya guna meningkatkan kinerja Disdik, usut tuntas perkara amoral, dan hilangkan tradisi pungli. "Dinas pendidikan Kota Bogor tidak becus dalam mengelola pendidikan, terbukti banyak permasalahan yang terjadi, dan hal itu sangat mencoreng dunia pendidikan Kota Bogor. Kami minta Kadisdik Kota Bogor turun dari jabatannya," ujar kordinator aksi Ridwan.
Senada, mahasiswa lainnya, Fauzi menuturkan, banyaknya permasalahan yang terjadi, dan selama ini selalu didiamkan tanpa disikapi serius oleh pihak disdik, sehingga dari kejadian yang mencuat bermunculan, telah membuat kehancuran problamatika pendidikan di Kota Bogor. "Dinas pendidikan Kota Bogor juga seolah tutup mata dengan banyaknya permasalahan yang terjadi, apalagi menjelang tahun ajaran baru ini, diduga sering terjadi praktek pungli sekolah," jelasnya. (ZFT)
-
CIBINONG - Sebagian besar raut wajah Kepala Sekolah se Kabupaten Bogor nampak tegang lantaran tidak sabar menantikan datangnya Data Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) tahun ajaran 2013-2014 tingkat SLTA tiba di kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor untuk mengetahui hasil kelulusan, Senin (19/5/2014)
Sekira tiga jam lamanya menunggu akhirnya rasa penasaran itu terobati setelah Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kabupaten Bogor, DR. Mustakim, MM menyampaikan informasi terkait hasil DKHUN tingkat SLTA Kabupaten Bogor, bertempat di aula kantor Disdik Kabupaten Bogor, sekitar pukul 18.20 Wib malam ini.
Dihadapan para kepala sekolah, dirinya mengungkapkan bahwa di tingkat Provinsi Jawa Barat terdapat 31 peserta tingkat SMK dan 32 peserta tingkat SMA dinyatakan tidak lulus ujian nasional tahun ini. Kendati demikian, untuk ujian nasional tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Bogor hasilnya adalah semua peserta dinyatakan Lulus. "Kita harus segera menyampaikan hal ini kepada user yaitu seluruh orang tua murid tentang hasil ini. Mengenai rata-rata kelulusan peserta dan rata-rata nilai akan diumumkan dalam waktu dekat ini," ungkapnya disambut kegembiraan para kepala sekolah yang hadir.
Menurutnya hasil ini hendaknya dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh satuan pendidikan, rayon, kordinator wilayah dan Disdik Kabupaten Bogor agar pelaksanaan ujian nasional pada tahun yang akan datang hasilnya menjadi lebih baik. "Saat ini kinerja seluruh unsur pendidikan di Bumi Tegar Beriman sudah cukup baik sehingga tahun yang akan datang harus lebih baik lagi," tegasnya.
Sebelum pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2013-2014 tingkat SLTA, Sekretaris Disdik Kabupaten Bogor Gada Sembada pernah menyatakan kepada wartawan bahwa pihaknya telah menargetkan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Disebutkan, total keseluruhan jumlah siswa SLTA baik swasta maupun negeri yang mengikuti ujian nasional 2014 sebanyak 43.340 orang yang terdiri dari 24.309 orang siswa SMK, 14.639 siswa SMA, dan 4.392 siswa MA.
Sementara dari total 563 sekolah SLTA di wilayah Kabupaten Bogor yang terdiri dari 304 SMK, 163 SMA dan 96 MA. Sedangkan, jumlah sekolah yang melaksanakan sendiri Ujian Nasional yakni 265 SMK, 130 SMA dan 80 MA. Adapun sekolah yang pelaksanaan ujiannya menginduk dengan sekolah lain jumlahnya mencapai 39 MA, 33 SMA dan 16 MA. (ZFT/SBL)
-
CIBINONG - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dace Supriadi menjelaskan Ujian Nasional Tahun Ajaran 2013-2014 Tingkat SMP dan sederajat di Kabupaten Bogor diharapkan dapat berjalan lancar, sedangkan pendistribusian soal ke 20 sub rayon sudah dilakukan sejak satu hari sebelum ujian nasional dilaksanakan.
Menurutnya berkas soal ujian nasional tingkat SMP yang dikirim dari percetakan tiba di Kabupaten Bogor, Sabtu (3/4) lalu disimpan di aula eks kantor ESDM. Hari ini, Minggu (4/5) pagi, langsung di distribusikan ke masing-masing rayon, untuk kemudian hari ini, Senin (5/5) pagi besok, langsung dikirim kesejumlah 646 sekolah yang tersebar di Kabupaten Bogor. "Diharapkan distribusi dari 20 sub rayon ke seluruh sekolah dilaksanakan tepat waktu dan dos soal dalam keadaan disegel utuh," tegas Dace, Minggu (4/5/214).
Dalam proses pengiriman soal ujian, lanjut Dace Supriyadi, dilakukan dengan pengawalan yang ketat terdiri dari unsur kepolisian Polres Bogor dan para pengawas sub rayon dari Dinas Pendidikan. "Kita lakukan pendistribusian dengan penjagaan ketat agar pelaksanaan unjian nasional berjalan lancar tanpa kendala apapun," tambahnya. (ZFT)
-
CITEUREUP - Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Bogor melalui Pangkalan SMAN 1 Citeureup Ambalan Sultan Ageng Tirtayasa - Nyi Ageng Serang menggelar kegiatan program kerja tahunan Gladian Tangkas Medan (GTM) Ke-III Tahun 2014.
Dalam kesempatan ini, Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor diwakili Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggotra Muda, Drs.H.Muhammad Alizar,M.PD.i menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta GTM Ke-III Tahun 2014 sebagai anggota pilihan pada gugus depan sekolah masing- masing dari Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor.
"Anggota pramuka pilihan ini di pandang sebagai asset yang sangat berharga dan potensial untuk membina, membekali diri serta selalu memotivasi diri agar menunjukan peranannya dalam pembangunan bangsa dan Negara," pesannya saat pembukaan acara di halaman SMAN 1 Citeureup, Jalan Raya Tajur Citeureup, Sabtu (3/5/2014).
Dilokasi kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana GTM Ke-III Tahun 2014 Bekti Sudaryati menambahkan kegiatan ini merupakan kali ketiga diselenggarakan di SMAN 1 Citeureup. Pada tahun ini peserta terdiri puluhan SD/MI dan SMP/MTs se- Jabodetabek, dimana peserta tingkat Penggalanng SD/MI sebanyak 23 regu dari 13 sekolah dan peserta tingkat Penggalang SMP/MTs sebanyak 37 regu dari 20 sekolah.
"Lomba ini memperebutkan tropi dan hadiah bagi juara yang mendapatkan nilai tertinggi dari seluruh lomba. Untuk juara I, II, III pada kegiatan ini akan mendapatkan tropi untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTs dan juara harapan I,II,III mendapatkan medali," kata Bekti Sudaryati, siswi kelas 11 SMAN 1 Citeureup, didampingi anggota Kwaran Pramuka Citeureup Aos Supriatna.
Dirinya menuturkan lomba puisi kepramukaan, lomba menggambar kepramukaan, lomba pengetahuan keperamukaan, lomba tandu, lomba ketangkasan baris berbaris, lomba hasta karya, lomba cepat tepat, lomba menara pandang, lomba joget komando. "Pengumuman pemenang akan dipublikasikan pada sore ini melalui media massa," tambahnya. (ZFT)
-
BOGOR - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Kota Bogor Tahun 2014, segenap insan pendidikan dan Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota Bogor berkumpul di Lapangan Sempur, Jalan Jalak Harupat Kota Bogor, Jum’at (2/5/2014).
Walikota Bogor, Bima Arya, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam seremoni yang mengangkat tema”Pendidikan untuk Peradaban Indonesia yang Unggul” tersebut. Upacara digelar tepat pukul 08.00 WIB dengan Yadi Mahendi selaku Komandan Upacara. Selain itu digelar upacara pengibaran bendera.
Usai pengibaran bendera merah putih, Bima Arya membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Muhamad Nuh. Dalam sambutan tertulisnya, M. Nuh mengatakan bahwa terkait tema tahun ini, pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya memanusiakan manusia untuk membangun peradaban yang unggul.
Walikota Bogor, Bima Arya, menegaskan dalam amanatnya bahwa pendidikan bukan hanya sekedar otak, tetapi juga soal watak. “Insya Allah ke depan Pemerintah Kota Bogor akan memprioritaskan pendidikan karakter untuk membangun generasi Kota Bogor yang kita banggakan.
Bima juga menjanjikan kelak Bogor akan menjadi kota yang ramah bagi anak muda dan bagi para pemikir. "Diharapkan tidak ada lagi tawuran di Kota Bogor, tidak ada lagi pergaulan bebas di Kota Bogor, tidak ada lagi generasi muda yang madesu dan galau menatap masa depan,” tandasnya. (ZFT))
-
CIBINONG - Demi mewujudkan Visi Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten termaju di Indonesia, untuk kesekian kalinya Wakil Bupati Bogor Hj. Nurhayanti menyambangi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berada pada lingkup Kabupaten Bogor. Kali ini Nurhayanti berada di Dinas Pendidikan, Komplek Pemerintah Kabupaten Bogor, Kecamatan Cibinong, Kabupaten. Bogor, Senin,(3/3) mengadakan Rakortas guna meningkatkan sistem kependidikan pada Disdik.
Pada Rakortas ini Kepala Dinas Pendidikan Dace Supriadi mengatakan bahwa pembahasan utama dalam Rakortas kali ini adalah mengenai peningkatan mutu pendidikan berikut peningkatan infrastruktur layanan pendidikan. “Pendidikan di Kabupaten Bogor butuh peningkatan, oleh karena itu kami butuh dukungan dari berbagai pihak guna memajukan pendidikan, baik formal maupun informal”, tandasnya. Selanjutnya, Dace Supriadi berharap Wakil Bupati mengetahui situasi dan kondisi kinerja di Dinas pndidikan, sehingga hal-hal atau permasalahan-permasalahan yang berkaitan pendidikan seperti sarana dan prasarana sekolah, ketersediaan tenaga pengajar dan kualitas tenaga pengajar dapat teratasi dengan baik, agar ke depannya dapat meningkatkan mutu dan kualitas dan pendidikan di kabupaten Bogor”, harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bogor, HJ Nurhayanti berjanji akan menyediakan layanan pendidikan yang merata dan terjangkau, meningkatkan profesionalitas dan akuntabilitas penyelenggara dan pengelola pendidikan, agar layanan pendidikan di Kabupaten Bogor dapat terlaksana dengan maksimal. “oleh karena itu setiap program yang dilaksanakan harus selalu diawasi secara berkala agar program-program di setiap bidang yang sudah direncanakan dapat terlaksana secara teratur dan sampai di tangan masyarakat”, ujarnya.
Nurhayanti pun berharap kedepannya kualitas pendidikan baik itu dari sisi penyelenggara maupun pelaku pendidikan akan lebih maju. ”Kita harus optimis untuk setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat meningkatkan mutu dan layanan pendidikan Kabupaten Bogor dan yang harus di fokuskan pada saat ini adalah aksesibilitas penyelenggaraan pendidikan, peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan, dan penuntasan buta huruf “, harap Nurhayanti.